Wayang kulit termasuk salah satu budaya bangsa Indonesia yang sekarang ini sudah mulai ditinggalkan oleh kalangan muda yang lebih tertarik dengan kebudayaan millenial, saat ini hanya kalangan manula atau kalangan tertentu saja yang masih menikmati budaya wayang kulit tersebut. Namun tidak demikian bagi seorang remaja dari wilayah pantai utara tepatnya dari kecamatan Dukuhseti Pati, atas nama Anang Nuril Abdalla yang sekarang ini duduk di bangku Aliyah kelas X IPS 1 Madrasah Aliyah Negeri 2 Pati. Saat ini dia sudah menjadi seorang dalang remaja yang siap melestarikan budaya jawa ini, pertunjukkan demi pertunjukkan sudah sering dilakukan salah satunya pada saat ada acara Relokasi PKL dari Simpang Lima ke Pusat Kuliner yang berada di belakang GOR Pesantenan Pati, jumat malam sabtu tanggal 14 Juni 2019 dengan lakon “Lahire Gatotkoco”

Di madrasah dia dikenal sebagai pribadi yang baik dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Status dalang cilik dia peroleh pada saat usia masih 10 tahun ketika ada acara Temu dalang bocah se Indonesia di Solo tahun 2013 dan sejak saat itu pertunjukkan sering di gelar di berbagai kota di jawa tengah. Ke depan, besar harapan dia untuk bisa menjadi dalang professional.

MAN 2 Pati sebagai lembaga pendidikan tempat dia menempuh ilmu saat ini sangat mendukung dan mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap peserta didik yang mempunyai kompetensi seperti ini. Civitas akademika sangat bangga atas lahirnya dalang remaja untuk melestarikan kebudayaan wayang kulit tersebut.

Share →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *