«

»

Mar 02

Sukseskan UM, UAMBN/USBN & UNBK MAN 2 Pati gelar Istighotsah dan Do’a Bersama

Ratusan peserta didik kelas XII MAN 2 Pati di Tayu Pati Jawa Tengah, menggelar istighosah dan doa bersama untuk menghadapi Ujian Madarasah (UM), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Madrasah Aliyah.

UM akan dilaksanakan tanggal 15- 18 Maret 2017, UAMBN dan USBN dilaksanakan tanggal 20 – 24 Maret 2017, sedangkan UNBK dilaksanakan tanggal 10 – 13 April 2017 mendatang.

Kepala MAN 2 Pati, Drs H. Sutarmo, mengatakan, istighotsah dilaksanakan di Masjid Ulil Albab MAN 2 Pati dan diikuti 248 peserta didik serta civitas akademika MAN 2 Pati, dengan mendatangkan Pengasuh Pondok Pesantern Al Badriyah, “KH. Mudlofar Badri “ untuk mempimpin Istighotsah dan Doa Bersama serta memberi ceramah agama.

“Istighosah dan doa bersama bertujuan untuk memantapkan mental peserta didik dalam menghadapi ujian, dan juga supaya pelaksanaan ujian madrasah dan UNBK bisa berjalan lancar,” ujarnya, Selasa (28/2/2017)

Menurut Drs. H. Sutarmo, adanya pelaksanaan UNBK, seluruh peserta didik akan memacu motivasinya untuk belajar lebih giat. “Diharapkan peserta didik akan meningkat motivasi belajarnya, meningkat karakter kejujuran, dan meningkat kemampuan IT-nya,” katanya.

Apalagi, sebagai madrasah negeri di wilayah Pati utara, MAN 2 Pati di Tayu ingin menyukseskan program pemerintah dengan melaksanakan UNBK. “Kalau ini terlaksana, integritas madrasah juga akan meningkat,” ucapnya.

 

Di sisi lain, KH. Modlofar Badri, Pengasuh Pondok Pesantren Al Badriyah, yang merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di wilayah Tayu, berpesan supaya para peserta didik senantiasa menghormati para guru. “Agar ilmunya barakah manfaat. Terbukti ada peserta didik yang tidak pintar, tapi ketika dewasa, justru sukses dan bisa mengajar dengan baik,” tuturnya.

Lebih jauh, KH. Modlofar Badri mengingatkan, barangsiapa yang tidak menghormati guru dengan memanggil, panggilan yang buruk maka akan tertimpa tiga hal.

“Gampang lalinan (mudah lupa). Lisannya menjadi tumpul. Paham tetapi tidak bisa menyebutkan atau menjelaskan. Menjadi faqir, faqir ilmu, faqir jabatan,  atau faqir uang,” katanya menerangkan.

Nah, sebelum menjalani UM, UAMBN/USBN dan UNBK, KH. Modlofar Badri, meminta para peserta didik untuk melaksanakan Shalat Tahajud dan memuliakan orang tua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>